Jumat, 01 September 2017

KEBENARAN KATANYA

   Agama merupaka suatu sistem kepercayaan yang diyakini oleh setiap pngikutnya. Dalam setiap agama selalu ada aturan-aturan yang mengikat pengikutnya dan aturan itu mutlak dan harus di patuhi  setiap pemeluknya. Doktrinitas dalam agama selalu dilakukan dengan selalu megklaim dan menjastifikasi sistem kepercyaan yang satu dan lainya, padhal  jika di telaah lebih kedalam ternyata yang dituju oleh setiap agama hanyalah satu, Tuhan.
Kebernaran seringkali di pertentangkan oleh setiap agama untuk menyakinkan setiap pemeluknya. Dan hal itu semata-mata hanya untuk menambah kuantitas pemeluknya. Apakah agama adalah sebuah organisasi yang memiliki program untuk menambah anggota? Sebuah pertanyaan tidak masuk akal yang harus di jawab oleh setiap agama yang mempertahankan kenenaran mereka dan menganggap kebenaran mereka yang paling benar dan diyakini pemeluknya, padahal pemeluk agma lain tidak meyakini kebenaran mereka.
Islam dengan para imam-imam besarnya sebagai pemimpin agama, Kristen dengan paulus dan dan para pendetanya sebagai pemimpinnya, budha dengan para biksunya dan lain-lain semata-mata hanya untuk menyampaikan kebenaran dari kepercayaan mereka. Sebenarnya, apa kebenaran yang diyakini oleh semua umat dan tak ada satupun yang meragukan kebenaran tersebut?
Dalam sebuah pertemuan akbar di wilaya timur eropa dipertemukan berbagai pemuka-pemuka besar berbagai agama untuk memproklamasikan kebenaran-kebenaran agama mereka yang mereka anggap paling benar. Pemuka Kristen mulai melontarkan berbagai kebenarannya “Kristen adalah agama kebenaran yang dibawa yesus, setiap dosa yang dilakukan oleh pengikut Kristen akan ada yang namanya penebusan dan penghapusan dosa oleh Bapa ”. Sontak umat islam merespon bahwa dosa tetaplah dosa dan hanya bisa ditebus di akhirat (neraka). Begitu pula agama lainya dengan tanggapan yang berbeda-beda.
Kemudian giliran umat islam memproklamasikan kebenaranya “ islam adalah agama kebenaran, islam mempercyai bahwa nantinya akan ada hari kiamat sebagai tanda berakhinya dunia”.umat Kristen, budha, yahudi, dan lainya langsung membantah bahwa itu tidak benar karena tidak ada yang namanya kiamat atau akhir dari dunia, karena dunia akan terus berlanjut karena adanya regenerasi manusia yang berkelanjutan. Islam kembali membanta dengan melontarka beberapa ayat Al-Quran untuk meyakinkan mereka bahawa kedatangan kiamat sebuah kebenaran yang harus diyakini. Tetap saja mereka tidak meyakini dan mempertahankan kebenarnya.
Sampai pada yahudi yang menyatakan bahwa” yahwe tuhan mereka dan pada suatu waktu dia akan turun dan menyelamatkan mereka dari segala keburukan dan memusnahkan kaum yang menistakanya” lagi-lagi tidak ada satu agama pun yang mempercayainya dan selalu menentang kebenran tersebut. Begitupun dengan budha, hindu, konghuchu dan lainya yang terus menyampaikan kebenaran-kebenaran mereka, dan selalu dipatahkan oleh agama lainya.
Sebenarnya yang apa yang diinginkan oleh setiap agama, apa mereka menginkan agal seluruh umat manusia mengikuti kebenarannya, sedangkan kebenaran mereka tidak bisa dibuktikan secara real dan logis. Hanya saja kelihayan mereka dalam melakukan doktrinitas sehingga para pemeluknya dengan mudah mengikutinyanya. Dan apa sebenarnya kebenaran yang di akui dan diyakini oleh setiap umat yang tidak ada satu manusia pun yang meragukan hal itu?
Setelah sekian lama saling berdebat dan menjastifikasi antara satu dengan lainya, suasana pun memanas dan hampir menimbulkan konflik.
Kemudian muncul seorang pak tuah berambut kusam berjanggut panjang “ Aku Elias, aku tidak mempercayai agama apapun (atheis) tetapi aku berTuhan, dan Tuhanku muak melihat kalian mempertentangkan kebenaran kalian yang pada akhirnya  tidak ada yang mau meyakininya” untaian si Elias. “kalau  begitu kebenaran apa yang kau punya pak tuah sehingga kau tidak meyakini kebenaran kami ??” respon dari berbagai pemuka agama.
“Sesunggunya satu-satunya kebenaran yang di akui dan diyakini oleh seluruh umat manusia ialah KEMATIAN dan tiada satu makhluk pun yang meragukan hal itu” jawab Elias. Mereka pun terdiam dan hanya memandangnya dengan pikiran kosong.!!!

Penulis : Junfahriel

Tidak ada komentar:

Posting Komentar