Kamis, 25 Mei 2017

KADO UNTUK AYAH

 Writer by: Junfahriel



  Saat senja mulai mengadu pada siang bahwa beberapa jam lagi malam akan muncul sembari meminta izin pada awan agar tidak menghalanginya untuk menampakan diri pada Alila.
   Duduk di bibir pantai. memegang seberkas foto yang bergambar seorang lelaki tua sambil menatap senja jingga. Sedikit terliha wajah beberapa orang dibalik berkas foto yang dia genggam.
    Terus duduk sambil menatap senja yang sepertinya malam memberikan banyak waktu untuk dia menampakan dirinya.
    " senja, tolong katakan pada ayah, bahwa aku sendirian disini Dan kamu yang menemani ku. Katakan juga aku rindu padanya. Rindu akan segalanya. Saat kita duduk bersama di meja makan dan menikmati hidangan mama. Saat kita bercanda tawa di ruang keluarga sambil menonton film. Saat paginya ayah harus menghatarku ke sekolah kemudian siangnya dia menjemputku. Atau saat kita foto bersama di waktu hari raya. Sampaikan itu pada ayah. Senja"
   Gumam Alila dan sesekali mengusap air mata.

    "Senja, bilang pada ayah kalau bahu mama saja tidak cukup untuk tempat bersandar. Bila mama disebelah kiri aku bersandar, lalu pada siapa disebelah kanan. Senja, bisakah kau munculkan wajah ayah satu detik saja untukku. Aku rindu senja..."

    "Senja, aku iri dengan mereka. Mereka diantar ayahnya kesekolah saat pagi. Ayah mereka datang untuk mengambil raport mereka disekolah. Aku iri, saat pulang sekolah, mereka bisa mencium tangan ayah dengan penuh hikmah dan ayahnya membalas dengan mengusap kepala mereka. Aku iri saat ayah mereka mengingatkan mereka ketika berbuat salah."

    " senja, mama terlalu sibuk untuk diriku mengadu, terlalu sibuk pergi sana sini. Aku tau itu untuk kepentingan kita. Tapi aku butuh banyak waktu untuk bersama. Senja, bisa tunjukan wajah ayah sekarang. Mungkin besok, lusa, atau kapan."

   "Mungkinkah ayah disana juga melihatmu senja. Apa ayah disana juga merindukan ku, atau sebaliknya. Tapi, aku berharap ayah juga merindukan aku, mama, dan adik-kakak ku."

   "Senja aku tidak meminta banyak hal. Aku hanya ingin keluarga kecil ini menjadi keluarga yang utuh, senja. Aku ingin mengadu banyak hal pada ayah. Aku ingin ayah menginngatkanku saat aku berbuat salah"

    "Senja, aku berharap banyak padamu. Sampaikan ini pada ayah, walaupun hanya dengan bisikan. Bahwa aku, mama dan adik-kakak  rindu padanya"

#senja

   

Minggu, 21 Mei 2017

KANTONG AJAIB

Writer by : Junfahriel

  Dewasa ini, keadaan alam semakin memburuk. Ketidak pedulian manusia terhadap keseimbangan ekosistem, membuat tempat tinggal berjuta makhluk ini merajuk.
  Glester di antartika yang semakin mencair membuat permukaan air naik dan berpotensi daratan akan semakin sempit. Lapisan ozon yang semakin tipis berefek pada keterbatasan oksigen di bumi. Belum lagi efek rumah kaca dan pulusi membuat udara semakin tercemar.
   Hal itu membuat riko merasa bersalah karena dia adalah manusia yang tinggal di bumi dan sudah sepatutnya menjaga keseimbangan ekosistem ini.
   Ketika mendengar berita dari surat kabar lokal di daerahnya, emosi riko pun mencuat. Karena akan ada penggusuran lahan yang di rencananya akan di bangun parbrik pertambangan. Sungguh miris bila harus melerakan pohon" pinus di hutan yang harus di tebang habis. Belum lagi ditambah dengan adanya perburuan trhadap harimau sumatera yang masuk dalam kategori emergency (punah).
   Riko pun bergegas menuju rumah pohon yang tak jauh dari rumah dan segera menghubungi Andri, teman sekaribnya yang sama" mencinatai alam.
  Walaupun masih 15 tahun Riko sudah banyak terlibat dalam berbagai kegiatan perlindungan ekosistem. Dia juga suka mendaki gunung, hingga kini sudah sekitar 5-6 gunung yang sedah di dakinya bersama beberapa patnernya di LSM.
  "Hallo, Andri kamu di mana. Segara merapat ke pos. Ada berita baru"
   "Oke Riko. Otw"

Setelah menunggu beberapa saat, Andri tiba dan riko mulai menceritakan informasi yang dia dapatkan tadi.
  " aduh.. bagaiman nih Rik, klo gini trus nanti bagaimna dengan kelangsungan flora dan fauna di hutan. Dampaknya sudah pasti bahaya. Walaupun nggak sekarang, tapi nnti generasi yang akan datang"
Ujar Andri penuh resah.
   "Memang seperti itu manusia. Individualistis. Tidak pernah melakukan pertimbangan dulu soal alam. Padahal kita hidup dari alam. Semua yang kita gunakan adalah hasil alam. Kalau hasil alam habis, kita mau tinggal di mana. Apak kita pindah saja ke planet lain, seperti Mars"
  Papar Riko.
   "Seandainya saja aku punya kantong ajab kayak doraemon. Akan aku pulihkan semuanya seperti semula"

  Riko dan Andri pun berunding, seperti sedang merencanakan sesuatu. Raut wajah mereka sepertinya sangat serius membahas masalah ini. Mereka bergegas meninggalkan pos dan menuju ke salah satu LSM konserfasi alam yang tak jauh dari pos.
  Sesampainya di LSM Riko dan Andri langsung melaporkan berita itu kepada Pak Rudi, kordinator LSM tersebut. Ternyata Pak Rudi juga sudah tau dan beliau mengatakan bahwa masyarakat yang berada di tmpat itu juga tidak setuju dengan rencaba tersebut dan mereka sedang melakukan hering dengan Pemerintah daerah.
   "Tapi Pak. Kalau kita tidak melakukan sesuatu dan hanya menggandalkan masyarakat, pastinya sangat gampang untuk di tembus. Lagian para investor tinggal bayar saja lahanya. Kebanyakan masyarakatkan tidak peduli dengan alam, mereka hanya mementingkan isi perut untuk hari ini saja, tidak memikirkan untuk generasi berikutnya" ujar Riko.
   Mendengar berita ini, Pak Rudi langsung mengirim beberapa anggotanya untuk bertemu dengan pemerintah setempat. Yang dikahwatikan adalah, lahan tersebut merupakan sumber mata pencaharian bagi para petani di situ. Kalo pohon" pinus, karet, dan tumbuh-tumbuhan lainya di musnahkan, nanti bagaimna dengan keadaan kera jambul, badak bercula satu dan antilop di hutan itu. Pastinya akan memutuskan rantai makanan. Para petani pun tidak punya lahan lagi untuk bertani.
   "Kita sebagai manusia haruslah menjaga dan melestarikan flora dan fauna di bumi ini. Karena kita membutuhkan semua itu. Terkadang kita sering lupa mensyukuri itu. Menghabiskan waktu di depan Android sambil tertawa tercengir ataupun menangis karna kebawa perasaan membuat kita semakin lupa untuk mengagumi ciptaan sang Maha karya. Mau makan apa generasi kita nanti jika terus-terusan seperti ini. Apa harus butuh kantong ajaib doraemon lagi. Ataukah tongkat sakti Harry Potter. Kita harus belajar memahami dan memagnai dunia"
  gumam Riko sambil menitihkan dagu ke tangannya.

Jumat, 19 Mei 2017

BERSASTRA DENGAN ORANG GILA

WRITER BY : JUNFAHRIEL

"Sepulangku dari tempat kursus, melintasi keramaian sembari mengayun pelan sepeda ontel berwarna karat yang selalu menemani hari-hariku. Dalam perjalan aku merasa sedikit risih dengan bisingnya keramaian dan bau asap kenalpot serta pesingnya selokan-selokan jalan. "
    Ketika melewati sebuah toko, hati Adnan serasa diketuk dengan palu melihat seorang nenek yang di caci bahkan di siram dengan air bekas cucian. Segera mendekat dan menenangkan. Entah kenapa ketika Adnan ajak bicara nenek itu meneriakinya
"kamu gila ya. Orang gila, orang gila, orang gila"sembari menepuk perlahan belah tangan yng sedikit kusam.
"Sadarku ternyata si nenek itu adalah orang gila. Mendengar itu, aku bergegas untuk pergi" gumam Adnan dalam hati.
   Seminggu berselang Adnan berjalan mengelilingi kota tapi tidak dengan si karat cantiknya. Mengisi waktu libur sembari melihat fenomena-fenomena di perkotaan. Maklum Adnan orang baru di kota. Hanya anak desa yang besar dengan karya-karya sastra saja dan di panggil untuk bekerja salah satu media percetakan.
   Sesekali Adnan harus memeluk hidungnya karena bau pesing yang menguap dari selokan-selokan yang tersumbat. Melihat beberapa pedagang asongan yang menjajalkan beberapa bungkus rokok dan pembersih telinga yang tertumpuk di atas kotak biru yang menggantung di atas bahu.
     Tak di duga Adnan kembali bertemu si nenek gila itu, yang terlihat sedang duduk bersilah dan menyanyikan sebuah lagu yang tak tau jelas bahasanya dengan mengemnggam sebuah buku. Adnan bergegas menghampiri sambil menyumbat hidungnya yang tak tahan mencium bau pesing ke selokan.
   Dari jarak sekitar 5 meter si nenek menoleh ke arah Adnan. sontak menghentikan nyanyiannya dan tertawa dengan malu-malu.
   Ketika Adnan semakin mendekat
Si nenek menyembunyikan bukunya kedalam karung cokelatnya dan membuat Adnan semakin penasaran dengan buku tersebu. Maklumlah Adnan juga termasuk orang yang rakus dalam mengonsumsi buku.
    "Nek.. Boleh saya duduk di sini" tanya Adnan dengan rasa canggung.
     Nenek hanya menjawab dengan senyum dan menganggukan kepalanya.
   Ketika Adnan hendak mengajak ngobrol si nenek, beliau dengan dengan gegas bernyanyi. Tapi, kali ini tidak dengan memegang buku bersampul hitam yang di simpannya tadi.
    Dengan tenang Adnan mendengarkan nyanyian si nenek yang kedengaranya cukup bagus walaupun tak mengerti bahasa apa yang di nyanyikan.
    Setelah bernyanyi, nenek pun menatap Adnan dan kali ini tanpa senyum.
    "Bisa saya pinjam buku nenek yang tadi" tanya Adnan dengan raut wajah penuh rasa penasaran akan buku bersampul hitam itu.
    Nenek menjawab dengan menggelengkan kepala pertanda dia tidak mau memperlihatkan bukunya pada Adnan.
    Adnan pun mengalihkan pertanyaannya tadi dengan mengajak si nenek untuk ngobrol.
Lagi-lagi si nenek hanya merespon percakapan Adnan dengan gelengan  dan anggukan anggukan kepala.
    Tiba-tiba si nenek berdiri dan langsung berlari meninggalkan Adnan.
    Ternyata penyebab si nenek pergi karena melihat cuaca yang sudah mendung pertanda hujan akan turun. Entak karena takut basah karena hujan atau mungkin saja tidak suka dengan air.
    Saat Adnan hendak untuk pergi, tak sengaja dia melihat karung cokelat si nenek yang tergeletak di atas emperan toko. Saking paniknya si nenek sampai-sampai meninggalkan karungnya yang terlihat dari luar sedikit berisi.
   Adnan pun mengambil karung itu dan membawanya ke kontrakan.
    Dengan rasa penasaranya tadi Adnan perlahan membuka mulut karung cokelat itu.
   Adnan pun kaget ketika melihat isi karung itu. Ternyata di dalam karung si nenek terdapat beberapa buah buku dan portfolio serta pesil alis.
   Saat Adnan melihat isi buku hitam itu. Adnan langsung terheran dan takjub. Ternyata isi buku tersebut adalah kumpulan syair dan puisi dengan menggunakan bahasa melayu kuno yang saat ini sudah tidak lagi dipergunakan. Sedangkan portfolio itu berisikan tulisan-tulisan yang di tulis dengan pensil alis yang penuh magna, mungkin hanya orang-orang yang betul sastra yang bisa mengerti tulisan-tulisan ini.
    " tidak pernah diduga sebelumnya, seorang nenek yang dianggap gila ternyata punya kemampuan sastrawi yang luar biasa " bicara Adnan dalam hati dengan penuh kagum.
     "Terkadang kita sering menilai pribadi seseorang dengan hanya melihat tindakan dan sikapnya saja. Mungkin kita perlu lebih jelih untuk melihat seblum melakukan penilaian ataupun menilai diri sendiri terlebih dahulu. Teringat dengan pepatah, jangan lihat buku dari sampulnya" lanjut Adnan dengan raut wajah penuh senyum dan kagum.
(End)
  

Rabu, 03 Mei 2017

E=mc2 HELLEN

Writer by : JUNFAHRIEL S.

Fisikater. Begitulah orang sering menyapanya di kelas. Seorang mahasiswa ilmu fisika di oxford university yang kerap kali mengotak-atik rangkaian bahasa penuh angka dan kode yang membingungkan.
    Bangku meja paling depan di sudut pintu seringkali bengkok, karena terlalu dia duduki dan menindihkan penanya ke portfolionya yang lumayan tebal.
    Tak sadar Hellen sedang berada dalam P=F/A yang kerap kali membuatnya risih dan stres. Besarnya F yang dialami sesekali membuat A ruanganya bercakrawala semakin sempit.
    Tekanan yang silih berganti  dari E=mc2 dan E=mc2 lainya. Hellen selalu bertanya dimanakah eksistensi yang lainnya disaat seperti ini. Belum lagi soal kebutuhan morilnya yang kadang-kadang tidak berjalan mulus.
     Hellen sedang berusaha dengan W=F.s, membuat suatu gaya dan perpindahan pikiranya agar tidak lagi getir dengan tekanan batinya.
    Perceraian kedua orang tuanya juga sempat membuat semangat belajar Hellen menurun drastis dan membakar beberapa buku favoritenya.
     Si gadis manja nan cerdas dan cerdik ini memiliki pola pikir yang cukup rumit dan terkadang membuat beberapa orang yang ingin memahaminya sering kesulitan. Mungkin yang dia butuhkan adalah eksistensi seorang E=mc2 yang benar-benar sabar dalam mencerna dan menggenggam pikirannya.
    Joe. Teman sekarib Hellen yang kalam dan ramah juga masih seringkali terkacaukan dengan logika Hellen.
    " Joe? Kamu tau saya" tanya Hellen.
    "Apa maksud kamu Hellen. Aku tidak mengrti" jawab Joe dengan penuh kebingungan sembari menggaruk kepala yang tak gatal.
    "Itu saja yang ingin saya tanyakan. Terimakasih sudah mau menjawab" kalimat penutup Hellen lalu bergegas menuju mobil sedan merah yang terparkir dengan seorang supir.
     Begitulah yang sering dia tanyakan. Cukup abstrak memang. Sedikit proposisi dengan magna yang membingungkan.
     "Sudalah... mungkin dia sedang ada masalah" bisik Jo dalam hati.
      ternyata E=M.x^2 Hellen adalah ingin dimengerti dan keluar dari P=F/A. Namun anehnya dia tidak pernah untuk menceritakan itu dan hanya bercerita dengan cermin wajahnya.
    "Boleh saya bertanya lagi? Kenapa kamu menjawab pertanyaan saya" tanya Hellen via email yang ditujukan pada Jo.
     "Kamu itu aneh, apa maksudmu itu? Kenapa aku menjawab? Karena kamu bertanya" jawab Jo dengan dahinya yang sedikit mengerut, pertanda emosinya terpancing.
    Helen hanya membalas dengan emotion senyum bersama tanda tanya yang banyak.
     karena Q=W+^u Hellen yang kerap kali membuat ia terpaku dan selalu sanksi pada mc2L lainya.
Cukup rumit untuk memahaminya. Tapi Jo tetap berusaha deng W=F.s-nya dia, walau terkadang sering janggal dipikiran Hellen.
#To be countineu