Writer by : Junfahriel
Dewasa ini, keadaan alam semakin memburuk. Ketidak pedulian manusia terhadap keseimbangan ekosistem, membuat tempat tinggal berjuta makhluk ini merajuk.
Glester di antartika yang semakin mencair membuat permukaan air naik dan berpotensi daratan akan semakin sempit. Lapisan ozon yang semakin tipis berefek pada keterbatasan oksigen di bumi. Belum lagi efek rumah kaca dan pulusi membuat udara semakin tercemar.
Hal itu membuat riko merasa bersalah karena dia adalah manusia yang tinggal di bumi dan sudah sepatutnya menjaga keseimbangan ekosistem ini.
Ketika mendengar berita dari surat kabar lokal di daerahnya, emosi riko pun mencuat. Karena akan ada penggusuran lahan yang di rencananya akan di bangun parbrik pertambangan. Sungguh miris bila harus melerakan pohon" pinus di hutan yang harus di tebang habis. Belum lagi ditambah dengan adanya perburuan trhadap harimau sumatera yang masuk dalam kategori emergency (punah).
Riko pun bergegas menuju rumah pohon yang tak jauh dari rumah dan segera menghubungi Andri, teman sekaribnya yang sama" mencinatai alam.
Walaupun masih 15 tahun Riko sudah banyak terlibat dalam berbagai kegiatan perlindungan ekosistem. Dia juga suka mendaki gunung, hingga kini sudah sekitar 5-6 gunung yang sedah di dakinya bersama beberapa patnernya di LSM.
"Hallo, Andri kamu di mana. Segara merapat ke pos. Ada berita baru"
"Oke Riko. Otw"
Setelah menunggu beberapa saat, Andri tiba dan riko mulai menceritakan informasi yang dia dapatkan tadi.
" aduh.. bagaiman nih Rik, klo gini trus nanti bagaimna dengan kelangsungan flora dan fauna di hutan. Dampaknya sudah pasti bahaya. Walaupun nggak sekarang, tapi nnti generasi yang akan datang"
Ujar Andri penuh resah.
"Memang seperti itu manusia. Individualistis. Tidak pernah melakukan pertimbangan dulu soal alam. Padahal kita hidup dari alam. Semua yang kita gunakan adalah hasil alam. Kalau hasil alam habis, kita mau tinggal di mana. Apak kita pindah saja ke planet lain, seperti Mars"
Papar Riko.
"Seandainya saja aku punya kantong ajab kayak doraemon. Akan aku pulihkan semuanya seperti semula"
Riko dan Andri pun berunding, seperti sedang merencanakan sesuatu. Raut wajah mereka sepertinya sangat serius membahas masalah ini. Mereka bergegas meninggalkan pos dan menuju ke salah satu LSM konserfasi alam yang tak jauh dari pos.
Sesampainya di LSM Riko dan Andri langsung melaporkan berita itu kepada Pak Rudi, kordinator LSM tersebut. Ternyata Pak Rudi juga sudah tau dan beliau mengatakan bahwa masyarakat yang berada di tmpat itu juga tidak setuju dengan rencaba tersebut dan mereka sedang melakukan hering dengan Pemerintah daerah.
"Tapi Pak. Kalau kita tidak melakukan sesuatu dan hanya menggandalkan masyarakat, pastinya sangat gampang untuk di tembus. Lagian para investor tinggal bayar saja lahanya. Kebanyakan masyarakatkan tidak peduli dengan alam, mereka hanya mementingkan isi perut untuk hari ini saja, tidak memikirkan untuk generasi berikutnya" ujar Riko.
Mendengar berita ini, Pak Rudi langsung mengirim beberapa anggotanya untuk bertemu dengan pemerintah setempat. Yang dikahwatikan adalah, lahan tersebut merupakan sumber mata pencaharian bagi para petani di situ. Kalo pohon" pinus, karet, dan tumbuh-tumbuhan lainya di musnahkan, nanti bagaimna dengan keadaan kera jambul, badak bercula satu dan antilop di hutan itu. Pastinya akan memutuskan rantai makanan. Para petani pun tidak punya lahan lagi untuk bertani.
"Kita sebagai manusia haruslah menjaga dan melestarikan flora dan fauna di bumi ini. Karena kita membutuhkan semua itu. Terkadang kita sering lupa mensyukuri itu. Menghabiskan waktu di depan Android sambil tertawa tercengir ataupun menangis karna kebawa perasaan membuat kita semakin lupa untuk mengagumi ciptaan sang Maha karya. Mau makan apa generasi kita nanti jika terus-terusan seperti ini. Apa harus butuh kantong ajaib doraemon lagi. Ataukah tongkat sakti Harry Potter. Kita harus belajar memahami dan memagnai dunia"
gumam Riko sambil menitihkan dagu ke tangannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar