Writer by : JUNFAHRIEL S.
Fisikater. Begitulah orang sering menyapanya di kelas. Seorang mahasiswa ilmu fisika di oxford university yang kerap kali mengotak-atik rangkaian bahasa penuh angka dan kode yang membingungkan.
Bangku meja paling depan di sudut pintu seringkali bengkok, karena terlalu dia duduki dan menindihkan penanya ke portfolionya yang lumayan tebal.
Tak sadar Hellen sedang berada dalam P=F/A yang kerap kali membuatnya risih dan stres. Besarnya F yang dialami sesekali membuat A ruanganya bercakrawala semakin sempit.
Tekanan yang silih berganti dari E=mc2 dan E=mc2 lainya. Hellen selalu bertanya dimanakah eksistensi yang lainnya disaat seperti ini. Belum lagi soal kebutuhan morilnya yang kadang-kadang tidak berjalan mulus.
Hellen sedang berusaha dengan W=F.s, membuat suatu gaya dan perpindahan pikiranya agar tidak lagi getir dengan tekanan batinya.
Perceraian kedua orang tuanya juga sempat membuat semangat belajar Hellen menurun drastis dan membakar beberapa buku favoritenya.
Si gadis manja nan cerdas dan cerdik ini memiliki pola pikir yang cukup rumit dan terkadang membuat beberapa orang yang ingin memahaminya sering kesulitan. Mungkin yang dia butuhkan adalah eksistensi seorang E=mc2 yang benar-benar sabar dalam mencerna dan menggenggam pikirannya.
Joe. Teman sekarib Hellen yang kalam dan ramah juga masih seringkali terkacaukan dengan logika Hellen.
" Joe? Kamu tau saya" tanya Hellen.
"Apa maksud kamu Hellen. Aku tidak mengrti" jawab Joe dengan penuh kebingungan sembari menggaruk kepala yang tak gatal.
"Itu saja yang ingin saya tanyakan. Terimakasih sudah mau menjawab" kalimat penutup Hellen lalu bergegas menuju mobil sedan merah yang terparkir dengan seorang supir.
Begitulah yang sering dia tanyakan. Cukup abstrak memang. Sedikit proposisi dengan magna yang membingungkan.
"Sudalah... mungkin dia sedang ada masalah" bisik Jo dalam hati.
ternyata E=M.x^2 Hellen adalah ingin dimengerti dan keluar dari P=F/A. Namun anehnya dia tidak pernah untuk menceritakan itu dan hanya bercerita dengan cermin wajahnya.
"Boleh saya bertanya lagi? Kenapa kamu menjawab pertanyaan saya" tanya Hellen via email yang ditujukan pada Jo.
"Kamu itu aneh, apa maksudmu itu? Kenapa aku menjawab? Karena kamu bertanya" jawab Jo dengan dahinya yang sedikit mengerut, pertanda emosinya terpancing.
Helen hanya membalas dengan emotion senyum bersama tanda tanya yang banyak.
karena Q=W+^u Hellen yang kerap kali membuat ia terpaku dan selalu sanksi pada mc2L lainya.
Cukup rumit untuk memahaminya. Tapi Jo tetap berusaha deng W=F.s-nya dia, walau terkadang sering janggal dipikiran Hellen.
#To be countineu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar